Waspada! Inilah 10+ Tanda Kucing Sakit yang Jarang Diketahui

berikut 10+ tanda kucing sakit yang jarang diketahui! sadari sebelum semakin parah, simak selengkapnya di bawah

Waspada! Inilah 10+ Tanda Kucing Sakit yang Jarang Diketahui
Tanda kucing sakit yang jarang diketahui/pixabay

Tahukan kamu? kucing merupakan makhluk hidup yang tak luput dari serangan penyakit dan jarang menunjukan tanda saat sakit hingga kondisi mereka sudah buruk.

Kucing biasanya tetap memiliki nafsu makan yang baik dan beraktifitas normal seperti biasanya. Dalam siatuasi seperti ini, kamu sebagai pemilik kucing harus pandai dalam mendeteksi dini penyakit pada kucing kesayang di rumah.

Berikut ini adalah 10+ tanda kucing sakit yang jarang diketahui ketika kucing peliharaan di rumah sedang mengalami masalah kesehatan. Simak artikel ini sampai habis ya!

10+ Tanda Kucing Sakit yang jarang diketahui

1. Perubahan berat badan drastis

Meski nafsu makan kucing normal, seringkali penurunan badan yang drastis secara tiba-tiba dapat menjadi tanda penyakit serius pada kucing. Berat badan kucing yang turun secara drastis rata-rata telihat dalam kurun waktu 7-14 hari. Kamu baiknya memantau berat badan dan kondisi tubuh si manis secara berkala. Kondisi ini biasanya tanda kucing terkena virus, cacingan dan masalah kesehatan pencernaan  yang lainnya.

 2. Perubahan nafsu makan

Bila kamu melihat kucingmu makan hanya sedikit atau sama sekali tidak mau makan mungkin ada masalah pada kesehatannya, seperti gejala flu yang menyumbat jalur pernafasan. Selain itu jika tidak adanya asupan makanan selama beberapa hari dapat menyebabkan penyakit seperti hepatic lipidosis (lipidosis hati) pada kucing.

3. Muntah dan diare

Muntah bola rambut dan diare pada kucing sebenarnya bukanlah masalah yang serius dan merupakan hal yang normal pada kucing. Namun jika muntah terjadi berulang kali dengan disertai gejala lainnya mungkin adal masalah pada kesehatan kucing.

Diare disertai muntah yang sangat sering bisa jadi pertanda kucing salah makan atau adanya infeksi virus dan parasit dalam tubuh. Segera bawa ke dokter untuk penanganan yang tepat.

Bila dibiarkan, diare dan muntah yang terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi, membuat kucing lemas dan bisa berakibat fatal hingga menyebabkan kematian.

4. Bau mulut

Bau mulut biasanya disebabkan karena masalah gigi dan mulut pada kucing. Jika kamu mendapati kucingmu bau mulut, sebaiknya segera bawa ke Pusat kesehatan Hewan (Puskeswan) atau klinik hewan terdekat.

Pada kasus bau mulut yang parah, penyebabnya biasanya dikarenakan karang gigi dan gigi busuk pada kucing. Secara umum gejala parah yang dapat kamu lihat ialah kucing mengeluarkan banyak air liur dan darah dari mulutnya. Jika tidak segera di tangani hal ini dapat menyebabkan kucing tidak mau makan karena rasa sakit yang luar biasa dan bila terjadi infeksi bakteri, infeksinya dapat meyebar ke bagian tubuh lainnya.

5. Kencing berulang kali

Selalu pantau frekuensi urinasi dan buang air besar kucingmu. Kenaikan frekuensi urinasi pertanda adalanya masalah seperti ginjal dan infeksi saluran kencing. Saat kucing anda sedang kencing coba perhatikan warna urin yang keluar, berapa banyak jumlahnya? apakah ada darah atau lendir? Apakah kucing terlihat kesulitan saat buang urin?

Pada kucing jantan masalah serius ini bisa jadi pertanda radang saluran kemih yang dapat menyebabkan sumbatan sehingga urin tidak dapat keluar.

Radang saluran kemih ini dapat dipicu oleh infeksi dan menyebabkan kencing batu atau penyempitan saluran kemih.

6. Bulu Rontok dan iritasi kulit

Bulu rontok yang disertai iritasi kulit mengindikasikan adanya kutu, jamur, alergi, stres atau kondisi lainnya.

Stress pada kucing biasanya bisa ditandai dengan buku yang rontok dan enggan disentuh manusia. Sedangkan pada kasus kutu dan jamur pada uumnya sudah dapat kita kenali sejak dini.

Segera dapatkan salep atau bedak anti kutu di petshop terdekat. Selain itu untuk mengusir kutu yang membandel, pastikan kamu hanya memakai shampoo anti kutu untuk kucing kesayanganmu di rumah.

7. Kesulitan bernapas

Apabilah kucingmu terlihat sulit bernapas, bernapas cepat, pendek-pendek dan disertai suara napas kasar dan serak, kucing mungkin mengalami masalah pada organ pernapasan.

8. keluar banyak ingus dan belek

Banyak keluar ingus dan belek dapat menjadi gejala dari berbagai macampenyakit seperti infeksi mata, penyakit saluran pernapasan hingga virus yang berbahaya bagi kucing, segera lakukan pengobatan secra intensif, jika dalam 7 hari tak kunjung membaik. Sebaiknya kamu membawanya ke dokter hewan.

9.Sering minum dibanding biasanya

Pada umumnya, kucing tidak sering minum, jika kamu melihat kucing peliharaanmu banyak minum air dari biasanya, hal ini dapat menjadi pertanda adanya masalah kesehatan seperti penyakit ginjal dan diabetes.

10. Pincang dan tidak bisa melompat

Salah satu penyakit yang mempengaruhi anggota gerak ialah arthritis (radang sendi), gejala yang dapat dikenali adalah jalan mereka yang pincang, malas melakukan gerak karena adanya nyeri, dan membuat kucing buang air di luar litter box karena tidak mampu melompat. Radang sendi ini beresiko lebih besar terjadi pada kucing yang terlalu gemuk atau obesitas dibanding kucing yang memiliki badan proporsional.

11. Perubahan perilaku

Perubahan tingkah laku pada kucingmu misalnya, yang biasa manja tiba-tiba menjadi agresif, tidak mau disentuh dan menjadi penyendiri. Selain karena stress ini bisa mengindikasikan adanya rasa tidak nyaman atau kelainan fisik pada tubuh kucing, sehingga menyebabkan kucing mengalami perubahan perilaku yang signifikan.

12. Terlihat lesu

Tingkat energi dan aktivitas pada tiap kucing bisa berbeda-beda, namun apabila tiba-tiba kucingmu yang biasanya aktif menjadi lesu dan banyak diam, ini bisa menandakan gejala kucing sedang tidak sehat.

13. Adanya benjolan di tubuh

Benjolan pada kucing bisa disebabkan penyakit abses atau tumor jinak maupun ganas. Abses pada kucing umumnya dapat sembuh dalam beberapa hari dengan salep antibiotik khusus atau pun dengan perawatan pembersihan abses secara intensif di rumah.

Berbeda dengan tumor, tumor tidak dapat dipastikan sofat jinak atau ganasnya dari pemeriksaan fisik saja. Kucingmu harus diperiksa oleh dokter hewan secara medis untuk melihat jenis sel tumor dan sifatnya.

Lalu bagaimana agar kucing di rumah tidak gampang sakit?

1. Pastikan hanya memberi makanan yang bergizi seimbang

Makanan yang bermutu baik dengan jumlah yang tepat akan sangat penting untuk mencegah penurunan imun dan mencegah datangnya berbagai msalah kesehatan pada kucing. Selain itu, air minum bersih juga harus selalu tersedia. Ingat! Jangan pernah beri air mentah dari keran untuk kucing kesayanganmu, pastikan hanya air matang sejenih kemasan yang sudah terjamin bebas bakteri berbahaya.

2. Pastikan lingkungan nyaman dan senantiasa bersih higienis

Lingkungan rumah tempat tinggal untuk memelihara hewan peliharaan sangat penting bagi kesehatan

Kucingmu di rumah agar tidak stres dan terbebas biang penyakit. sediakan kotak pasir di tempat-tempat yang terjangkau oleh kucing. Kucing juga pada umumnya senang dengan tempat-tempat tinggi sehingga ada baiknya sediakan tempat tinggi yang aman untuk dia bereksplorasi.

3. lakukan pemeriksaan rutin

Lakukan pemeriksaan fisik rutin secara berkala ke Puskeswan atau klinik hewan terdekat. Pemeriksaan rutin sangat penting guna mendeteksi dini penyakit dalam tubuh yang tidak dapat selalu terlihat oleh manusia sebelum penyakit tersebut berkembang menjadi lebih serius.

Selain itu, pemeriksaan rutin sangat dianjurkan seiring bertambahnya usia kucing karena semakin tua, kucing lebih rentan terhadap penyakit.

Kesimpulannya, beberapa perubahan pada kondisi kucing mungkin tidak memerlukan perawatan darurat tapi ada kondisi tertentu yang mengharuskan kamu langsung membawa kucing ke dokter hewan seperti; pendarahan, tidak bisa bernafas, gusi dan lidah terlihat pucat atau kebiruan, kejang terus menerus dan berulang, tidak bisa buang air kecil, demam, tidak mau makan dan minum selama 24 jam, dan lain lain. Segera bawa ke fasilitas kesehatan hewan atau hubungi dokter hewan terdekat bila kondisi kucing mengkawatirkan.

Demikianlah 10+ tanda kucing sakit yang jarang diketahui beserta pencegahannya. Semoga bermanfaat.