Tragedi Itaewon Pesta Halloween Berujung Maut

Pesta Halloween yang seharusnya menjadi momen kegembiraan, sayangnya harus berujung maut di Itaewon Korea Selatan, hingga menewaskan lebih dari 150 orang.

Tragedi Itaewon Pesta Halloween Berujung Maut

Belum lama Indonesia menangis atas peristiwa Kanjuruhan, peristiwa naas yang menelan banyak korban pun terjadi di Seoul, Korea Selatan. Pesta Halloween yang seharusnya menjadi momen kegembiraan, sayangnya harus berujung maut di Itaewon.

Begitu banyak nyawa yang terenggut, pada insiden terburuk tersebut. Tidak hanya masyarakat, Pemerintah Korea Selatan pun ikut menyampaikan rasa berbelasungkawa di tugu peringatan. Saat ini, tragedi kematian ini masih terus diselidiki hingga tuntas.

Markas Besar Penanggulangan Bencana dan Keamanan Korea Selatan atau CDSCHQ, melaporkan, bahwa jumlah korban terbaru mencapai hingga 154 orang tewas, 132 orang yang mengalami cedera, dan 36 orang sisanya dalam kondisi kritis.

Tragedi meregang nyawa tersebut, merupakan yang kedua terbesar di Korea Selatan, setelah tragedi Sewol  di tahun 2014. Banyak korban jiwa yang berjatuhan, sempat membuat geger Korea kala itu.

Namun, apakah yang sebenarnya terjadi pada tragedi Itaewon tersebut? 

Peristiwa tragis tersebut, salah satu penyebabnya diduga akibat kerumunan yang semakin meningkat setelah Covid-19. Pasalnya, saat itu semua tempat hiburan harus tutup untuk mengurangi resiko penularan. Dan saat pandemi mereda, kerumunan pun meningkat. 

Akibat dari kondisi tersebut, akhirnya menyebabkan kematian karena kehabisan nafas. Begitu banyak orang yang terjepit di antara desakan kerumunan, hingga akhirnya saling berjatuhan, dan terinjak - injak secara mengenaskan.

Para korban yang berhasil selamat mengatakan, mereka sadar ada orang-orang yang sekarat di sekitarnya. Namun mereka tidak berdaya untuk menyelamatkan diri, disaat tubuh mereka pun masih berada di bawah himpitan korban lainnya.

Seorang korban wanita pun sempat menangis saat harus menggambarkan pemandangan yang membuatnya traumatik tersebut, kepada kantor berita Yonhap: 

"Peristiwa itu terlihat seperti kuburan orang-orang yang saling bertumpuk. Satu persatu dari mereka, secara perlahan kehilangan kesadaran. Sedangkan yang lainnya, terlihat seperti sudah meninggal."

Banyak yang mempercayai, bahwa masih ada faktor lainnya, yang mungkin menjadi penyebab terjadinya tragedi pesta halloween tengah malam tersebut.

1. Perayaan Halloween Tanpa Badan Penyelenggara

Seorang pejabat dari Kantor Distrik Yongsan menyatakan pendapatnya, bahwa pesta halloween yang diadakan tersebut merupakan keinginan sendiri. 

Sementara itu, pihak yang berwenang hanya ditugaskan untuk mengatur hal - hal yang berkaitan dengan Covid, pembersihan jalan, dan keamanan pangan. Tidak ada satupun, yang berkaitan dengan pengendalian bencana dan keamanan. Pernyataan ini dikutip dari The Korea Herald.

Jika melihat undang - undang yang berlaku mengenai Manajemen Bencana dan Keselamatan, pihak yang akan menyelenggarakan festival lokal dengan massa lebih dari 1.000 orang, wajib membuat rencana manajemen keselamatan, dan menginformasikan kepada pihak yang berwenang.

Dengan belum diketahuinya siapa penyelenggara dari pesta halloween tersebut, akan sulit untuk meminta pertanggungjawaban secara hukum.

2. Kurangnya Petugas Kepolisian Untuk Mengontrol Kerumunan

Menurut pihak kepolisian setempat, setidaknya terdapat 137 petugas yang bertugas di Itaewon di malam Sabtu maut tersebut. Namun beberapa saksi mata mengatakan, bahwa tidak banyak polisi yang terlihat untuk mengendalikan kerumunan.

Kejadian tersebut, tentu saja meninggalkan pro dan kontra antara pihak yang berwenang.

Lee Sang Min, yaitu Menteri Dalam Negeri dan Keselamatan memberikan argumen nya, bahwa meski mengerahkan banyak polisi atau pemadam kebakaran, hal itu tetap tidak akan dapat menyelesaikan masalah, akibat kondisi jalan yang macet.

Namun menurut Profesor Choi Don-mook dari departemen teknik kebakaran di Universitas Gachon, semua permasalahan itu seharusnya dapat diatasi. Caranya, dengan menutup laju lalu lintas, atau menggunakan CCTV dan drone untuk membuat sistem lalu lintas satu arah.

3. Euforia Pesta Halloween Setelah Pandemi

Setelah pembatasan Covid dicabut secara bertahap di Korea, di Bulan September 2022, otoritas kesehatan pun menghapus kewajiban untuk menggunakan masker.

Diperkirakan lebih dari 130.000 orang menyusuri Stasiun Itaewon pada peristiwa itu. Berdasarkan data dari Seoul Metro, angka tersebut naik hampir 30 persen, dibandingkan dengan perayaan yang sama, di  26 Oktober 2019 pra pandemi.

4. Lokasi Tragedi Itaewon Yang Berada di Gang Sempit dan Curam

Insiden berujung maut  itu terjadi di lokasi gang sempit yang curam ke bawah, atau tepat berada di sebelah Hotel Hamilton, dan di pintu exit 1 stasiun kereta bawah tanah Itaewon.

Tembok dari gang tersebut memiliki ketinggian 45 meter, dan lebarnya hanya sekitar 4 meter. Di bagian belakang hotel, merupakan jalan panjang yang dipenuhi oleh restoran dan bar yang padat, berderet sepanjang 300 meter. 

Bahkan pada setiap akhir pekan biasa, jalan tersebut pun sudah padat oleh pengunjung, yang saling berseliweran di waktu yang sama