Surat Al Kahfi Senjata Pelindung dari Fitnah Dajjal, Jelang Kiamat Kubra!

Surat Al Kahfi Senjata Pelindung dari Fitnah Dajjal, Jelang Kiamat Kubra!

Huru-hara kehancuran dunia beserta alam semesta dan seluruh isinya digambarkan sebagai hari kiamat. Hari akhir yang merupakan sebuah keniscayaan. Namun, lantaran waktunya yang misterius, hari kiamat menjadi perbincangan yang selalu menarik untuk dikulik.

Rasulullah Saw. memang tidak pernah menjelaskan secara gamblang kapan waktu kedatangan kiamat. Tetapi dalam sabdanya Nabi Saw. memberi tahu sejumlah peristiwa yang menandakan datangnya hari akhir tersebut. 

“Dari Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari berkata, Rasulullah SAW menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu. Ia bertanya, ‘Apa yang kalian bicarakan?’ Kami menjawab, ‘Kami membicarakan kiamat.’ Ia bersabda, ‘Kiamat tidaklah terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya.’ Rasulullah menyebut kabut, Dajjal, binatang (ad-dābbah), terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam AS, Ya’juj dan Ma’juj, tiga gerhana; gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah Arab dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka.”

Kemunculan Dajjal menjadi peristiwa besar kedua yang sangat menakutkan. Karena Dajjal akan menimbulkan kekacauan atau fitnah akhir zaman yang sangat dahsyat.

Dalam beberapa riwayat hadis disebutkan bahwa Dajjal akan keluar dari Khurasan, yaitu wilayah negeri Iran. Dia diikuti oleh 70 ribu orang Yahudi untuk melakukan kerusakan selama 40 hari.

Dalam sabdanya Rasulullah Saw. menuturkan, 40 hari tersebut adalah hari pertama seperti satu tahun, lalu hari kedua seperti sebulan, hari ketiga seperti satu pekan, dan hari lainnya seperti hari-hari biasa. Para ulama menyimpulkan Dajjal membuat kerusakan di seluruh muka bumi selama 1 tahun 2 bulan 2 minggu dan tidak ada satu negeri pun yang bisa lolos, kecuali Makkah dan Madinah.

Rasulullah Saw. juga menjelaskan, “Tidaklah seorang Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwasanya Dajjal itu buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya KAAFIR.” (HR Bukhari)

Nabi Muhammad Saw. pun berpesan, ketika Dajjal keluar dari suatu tempat, maka berupayalah untuk menghindarinya meskipun harus berlari ke atas gunung. Namun jika berpapasan dengannya, maka kuatkanlah iman kalian walaupun harus dibunuh.

“Siapa yang mendengar keberadaan Dajjal, hendaknya dia menjauh darinya. Sungguh demi Allah! Ada seorang mendatanginya dalam keadaan dia mengira bahwasanya dia itu beriman. Namun pada akhirnya dia malah menjadi pengikutnya disebabkan syubhat-syubhat yang dia (Dajjal) sampaikan.” (HR Ahmad)

Huru hara fitnah Dajjal amat dahsyat, yang mampu menyesatkan manusia. Karena ia mengaku sebagai Tuhan. Ditangannya membawa air dan api, Dajjal mampu menghidupkan orang yang mati, menurunkan hujan, menyuburkan tanah, membawa surga dan neraka, serta mampu mengeluarkan harta dari bangunan reruntuhan. 

Saat itu manusia menghadapi masa-masa sulit dalam kehidupan. Rasulullah Saw.

menganjurkan agar kaum muslimin bertaubat, bertawakal, bersabar, dan memperbanyak membaca kalimat tasbih, tahmid, tahlil dan takbir (subhanallahi, walhamdulillahi, wa laa ilaha illallahu, wallahu Akbar). Bacaan tersebut menjadi pengganti makanan yang bisa membuat kenyang.

Selain itu agar dilindungi dari fitnah Dajjal, umat muslim bisa mengamalkan perintah Rasulullah Saw. Dari Abu Darda Ra, Nabi Saw bersabda: "Barangsiapa menghafal sepuluh ayat awal dari Surat Al-Kahfi, maka ia akan dijaga dari fitnah Dajjal." (HR. Muslim no. 809)

Dalam riwayat lain disebutkan, “Dari akhir surat Al-Kahfi.” (HR. Muslim no. 809)

Kenapa harus surat Al-Kahfi? Kenapa tidak surat lainnya, seperti surat Yasin, Ar-Rahman, Al-waqiah atau lainnya?

Para ulama menerangkan, hal itu disebabkan keutamaan yang terdapat dalam surat Al-Kahfi. Jika direnungkan dengan benar, di awal surat Al-Kahfi terdapat hal-hal yang menakjubkan serta tanda kuasa Allah Taala. Begitu juga pada akhir surat Al-Kahfi, seperti pada ayat 102.

“Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Kahfi: 102) (Syarh Shahih Muslim, 6: 84)

Lantas kapan dan bagaimana surat Al-Kahfi dibaca saat bertemu Dajjal?

Sebagaimana yang Rasulullah Saw. perintahkan supaya kaum muslimin menghafalkannya terlebih dahulu. Lalu bacalah selancar membaca al fatihah. Sehingga ketika membutuhkan untuk membacanya, secara refleks mampu membaca tanpa salah.

Surat Al-Kahfi akan menjadi senjata pelindung dari segala jenis sihir dan kejahatan Dajjal dan seluruh antek-anteknya. Sehingga sejak saat ini, bisa mulai dihafal setidaknya 10 ayat pertama dan 10 ayat terakhir dan dibaca minimal setiap hari Jumat.