Selamatkan Generasi Muda dengan Islam - Generasi Muda Pimpin Perubahan (bag. 2 selesai)

Selamatkan Generasi Muda dengan Islam - Generasi Muda Pimpin Perubahan (bag. 2 selesai)

Serangan masif terus-menerus diarahkan pada kaum muda dengan berbagai isu kepemudaan. Para pemuda muslim terus mendapat serangan dengan senjata kesetaraan gender dan moderasi beragama.

Kesetaraan Gender

Kesetaraan Gender selalu dinarasikan sebagai ide penting bagi perempuan yang akan membebaskan muslimah dari kungkungan peraturan Islam yang telah mendiskriminasi dan merendahkan perempuan. 

Serangan kesetaraan gender menyasar kaum muda muslimah dengan kampanye “generation equality” dari sejak 2020 lalu. Mereka berupaya untuk melibatkan kaum muda dalam mewujudkan target kesetaraan gender.

Pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi juga politik dianggap sebagai kunci dalam penyelesaian setiap permasalahan perempuan. Sehingga banyak para muslimah yang rela keluar rumah meninggalkan tanggung jawab utamanya sebagai ummu wa rabbatul bait dan pendidik generasi peradaban, untuk turut meraup rupiah. Sebagian perempuan juga ikut berambisi berebut kursi di kancah politik nasional. 

Selain itu “bodily autonomy” juga dipropagandakan dengan alasan perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri. Sehingga berhak untuk menentukan sendiri dalam beraktivitas seksual, kapan akan menikah, kapan ingin memiliki anak, dan sebagainya. Konsep ini telah menimbulkan banyak kasus, seperti hidup melajang, teman tapi mesra, wait hood, hingga childfree, dan sebagainya, yang semakin digandrungi pemudi muslim.

Mereka yang terjebak Ide kesetaraan gender sejatinya sedang melawan fitrahnya sebagai manusia, khususnya mengenai kodrat penciptaan perempuan. Contohnya, ketika laki-laki dan perempuan dituntut setara dalam segala aspek, baik domestik, publik, rumah tangga, pekerjaan, hingga aspek politik. Maka hal itu hanya akan menambah beban hidup khususnya bagi perempuan. Karena, laki-laki dan perempuan memiliki kodrat keistimewaan peran masing-masing.

Moderasi Beragama

Moderasi beragama didefinisikan sebagai cara pandang dalam beragama secara moderat, yaitu dengan cara memahami dan mengamalkan ajaran agama tidak kaku, tidak ekstrem, tetapi juga tidak bebas.  

Namun walaupun diklaim tidak liberal serta tidak radikal, faktanya tetap melaju ke arah liberal hingga menggeneralisasi ajaran Islam kafah sebagai “Islam radikal”. Cara pandang moderat tersebut juga mengharuskan menganganggap semua agama sama dan benar. Inilah yang mengakibatkan toleransi menjadi kebablasan.

Pada hakikatnya, ide moderasi adalah sekularisasi Islam (memisahkan Islam dari kehidupan). Islam akan diterima jika berkaitan dengan akhlak, akidah, ibadah, dan sebagian muamalah yang tidak bertentangan dengan syahwatnya. Namun, ajaran Islam akan ditolak jika berkaitan dengan pemikiran dan hukum Islam yang bersifat politis, seperti sistem pemerintahan, sistem sanksi, peradilan, sistem ekonomi, dan jihad.

Semua senjata yang telah menyerang kaum muda ini cukup berhasil, karena tampak banyak para pemuda muslim yang semakin ragu terhadap agamanya sendiri. Meski sebagian dari mereka terlihat agamis, dengan berkerudung, masuk pesantren dan mengambil pendidikan Islami, hingga memilih menikah dengan cara taaruf. Tetapi, saat diajak untuk memperjuangkan Islam agar diadopsi negara menjadi aturan hidup, mereka tidak siap, bahkan khawatir dikenali sebagai pejuang Islam—yang umumnya mendapat cap “radikal”.

Pentingnya Kesadaran Generasi Muda

Pemuda muslim harus menyadari bahwa mereka sedang diserang dengan pemikiran sekuler kapitalisme yang rusak dan merusak, yang akan memandulkan potensi pemuda muslim dan bisa menjauhkan kaum muda dari pemahaman Islam yang benar.

Kaum muda muslim juga harus memahami bahwa musuh-musuh Islam sedang berupaya membendung kebangkitan Islam dengan cara mengikis kebanggaan pemuda Islam pada agamanya serta menghilangkan spirit perjuangan pemuda muslim. Untuk itu para pemuda harus melawan! Pemuda muslim harus menjauhkan diri dari ide rusak ini.

Para pemuda muslim harus bergerak untuk melawan arus pembajakan potensinya, pemuda muslim harus mampu memimpin umat, dan berada di garis terdepan dalam barisan perjuangan mulia. 

Dalam mewujudkan semua hal itu, tentu para pemuda muslim harus memiliki pemahaman serta keyakinan yang sangat kuat bahwa mereka adalah penolong agama Allah. Generasi muda Islam juga harus selalu membekali diri dengan pemahaman Islam juga menjadikan Rasulullah saw. sebagai teladan dalam perjuangan sehingga gerak langkah juangnya akan selalu berada pada koridor syarak. 

Selain itu, para pemuda muslim juga harus meyakini di pundak dan tangannyalah tergenggam harapan umat. Maka jadilah generasi muda yang mampu memimpin perubahan dan beristikamahlah didalamnya.