Ratusan Buruh Di Cimahi Turun ke jalan, Tuntut Kenaikan UMK 12 Persen!

ratusan buruh di kota Cimahi turun ke jalan, tuntut UMK naik 12 persen, begini keterangan Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kota Cimahi.

Ratusan Buruh Di Cimahi Turun ke jalan, Tuntut Kenaikan UMK 12 Persen!
Ratusan Buruh Demo Di depan Kantor Wali kota Cimahi/Pojok jabar

Demo Buruh Cimahi untuk UMK 2023 - Ratusan buruh Kota Cimahi menggelar aksi turun ke jalan pada Kamis, 1 Desember 2022. Mereka menuntut kenaikan UMK Cimahi tahun 2023 sebesar 12 persen.

Buruh bergerak dari kawasan industri menuju Kantor Wali Kota Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi.

Mereka bergantian melakukan orasi menuntut Pemkot Cimahi merekomendasikan UMK 2023 sesuai tuntutan buruh.

Dilansir dari Pikiran.Rakyat.com, tuntutan rekomendasi kenaikan UMK sebesar 12 persen dinilai buruh realistis karena sudah berdasarkan hasil survei pasar perhitungan Kebutuhan Hidup layak (KHL) yang dilakukan oleh serikat pekerja Kota Cimahi.

Selain itu, mereka juga perlu meningkatkan daya beli ditengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang melonjak dampak kenaikan harga BBM.

"Kita ingin Pemkot Cimahi merekomendasikan UMK 2023 naik 12 persen, jadi pemerintah jangan gunakan penghitungan PP 36 karena kita akan terpuruk mengingat harga sembako, dan BBM naik," ujar Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kota Cimahi Siti Eni.

Dengan perhitungan PP 36/2022, maka UMK Kota Cimahi tahun 2023 hanya akan mengalami kenaikan sekitar 1,57 persen.

"Nilai tersebut akan membuat buruh kesulitan secara ekonomi. Sebetulnya kita menuntut kenaikan UMK 2023 sebesar 30 persen, tapi kalau tidak bisa minimal rekomendasi naik 12 persen," katanya.

Dia mengatakan, jika tuntutan itu tidak direalisasikan pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa lanjutan dan berkoordinasi dengan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Kota Cimahi.

"Jadi rekomendasinya harus sesuai survei pasar KHL dan pemerintah harus keluar dari PP nomor 36, jangan pakai jaring pengaman. Kalau kabupaten/kota lain bisa 10 persen, minimal kita harus 12 persen," ucapnya.

Menurutnya, rekomendasi kenaikan UMK sebesar 12 persen itu sudah ideal dan sudah berdasarkan hasil rapat pleno dengan dewan pengupahan, tetapi Pemkot Cimahi tidak berani menandatangani usulan tersebut.

"Kemarin rapat pleno deadlock karena buruh Cimahi tidak mau pakai jaring pengaman. Minimal tidak mengacu PP 36 untuk menghitungnya," tuturnya.

Data UMK Kota Cimahi 2022 Terbaru

Pada akhir 2021 lalu, diketahui bapak Ngatiyana selaku Plt Wali Kota Cimahi pernah merekomendasikan UMK Cimahi 2022 naik 8,5%. Kabar ini sempat menggembirakan karyawan yang bekerja di kota Cimahi dan sekitarnya. Apabila disepakati, besaran UMR tersebut akan mulai berlaku pada 1 Januari 2022 kemarin.

Namun dalam realisasinya, perubahan gaji UMK Cimahi 2022 ini tidak terlalu signifikan. Meski demikian, nominal UMR Cimahi tahun 2022 tetap naik, walau tidak sebanyak pengajuan Wali Kota.

Pada tahun 2022, seluruh Kota dan Kabupaten di Jawa Barat kompak mengalami kenaikan UMK, Cimahi menjadi salah satunya. Keputusan ini ditetapkan dalam Kepgub Jabar Nomor 561/ Kep.732-Kesra/ 2021 Tanggal 30 November 2021 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2022.

Apabila pengajuan Wali Kota Cimahi di awal November disetujui, harusnya UMK Cimahi tahun ini naik menjadi Rp3.517.563,11, dari angka Rp3.241.919 pada tahun 2021. Namun, saat pengumuman nominal gaji UMK Cimahi 2022 diumumkan, kenaikan yang terjadi hanya sebesar 0,95% menjadi Rp.3.272.668,5.

Meski demikian, UMK Cimahi 2022 tetap menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Barat. Jika diurutkan, kota yang punya julukan “Kota Tentara” ini menempati peringkat 9, tepat di bawah kota Bandung yang notabene ibukota Jawa Barat.

Daftar UMK Jawa Barat 2022

1.       Kota Bekasi sebesar Rp 4.816.912

2.       Kabupaten Karawang sebesar Rp 4.798.312

3.       Kabupaten Bekasi sebesar Rp 4.791.843

4.       Kota Depok sebesar Rp 4.377.231

5.       Kota Bogor sebesar Rp 4.330.249

6.       Kabupaten Bogor sebesar Rp 4.217.206

7.       Kabupaten Purwakarta sebesar Rp 4.173.568

8.       Kota Bandung sebesar Rp 3.774.860

9.       Kota Cimahi sebesar Rp 3.272.668

10.   Kabupaten Bandung Barat sebesar Rp 3.272.668

11.   Kabupaten Sumedang sebesar Rp 3.241.929

12.   Kabupaten Bandung sebesar Rp 3.241.929

13.   Kabupaten Sukabumi sebesar Rp 3.125.444

14.   Kabupaten Subang sebesar Rp 3.064.218

15.   Kabupaten Cianjur sebesar Rp 2.699.814

16.   Kota Sukabumi sebesar Rp 2.562.434

17.   Kabupaten Indramayu sebesar Rp 2.391.567

18.   Kota Tasikmalaya sebesar Rp 2.363.389

19.   Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp 2.326.772

20.   Kota Cirebon sebesar Rp 2.304.943

21.   Kabupaten Cirebon sebesar Rp 2.279.982

22.   Kabupaten Majalengka sebesar Rp 2.027.619

23.   Kabupaten Garut sebesar Rp 1.975.220

24.   Kabupaten Kuningan sebesar Rp 1.908.102

25.   Kabupaten Ciamis sebesar Rp 1.897.867

26.   Kabupaten Pangandaran sebesar Rp 1.884.364

27.   Kota Banjar sebesar Rp 1.852.009.