Manfaat Rajin Berdoa Ketika Lagi Kena Mental

Mengapa kita perlu berdoa? Percaya atau tidak, saat berdoa seperti tengah berada di dimensi lain. Semua isi hati akan tercurah tanpa perlu merasa malu.

Manfaat Rajin Berdoa Ketika Lagi Kena Mental
Manfaat Rajin Berdoa Ketika Lagi Kena Mental

Kehidupan itu ibaratnya pelangi, karena selalu penuh warna. Tapi, ada kalanya juga naik turun seperti roller coaster. Dan saat proses itu terjadi, akan terselingi oleh kebahagiaan, kemarahan, dan kesedihan.

“Percaya deh, kondisi ini akan terus berulang, selama kita masih bernafas dan menjalani hidup di dunia yang fana ini”

Masalahnya disini, tidak semua orang bisa kuat menghadapi rasa galau yang berlebihan. Saat kesedihan dan kemarahan tidak bisa lagi ditolerir, endingnya malah bisa kena mental! 

Tidak jarang dalam situasi tersebut, banyak orang yang jatuh ke jurang depresi, hingga memilih untuk mengambil jalan pintas.

Kebahagiaan bisa datang hari ini. Tapi, tidak ada yang pernah tau, jika esok hari semuanya bisa tergantikan oleh kemarahan atau kesedihan. Kita juga tidak akan pernah tau, apa yang akan kita hadapi dalam kehidupan. 

Semuanya adalah rahasia alam semesta!

“Do not pray for an easy life, pray for the strength to endure a difficult one” - Bruce Lee

Dalam keheningan doa, saya mendapatkan kekuatan untuk tidak menyerah. Meskipun faktanya, saya sudah jatuh dan gagal berkali-kali hingga babak belur.

Namun uniknya, saat momentum itu terjadi, seketika itu pula saya mulai menyadari, bahwa Tuhanlah jawaban sesungguhnya. 

Solusi itu bisa datang kapan saja, sama halnya seperti kebahagiaan dan kesedihan. Datang dan pergi sesuka hati seperti angin, tanpa perlu diundang atau diusir. Bahkan, disaat sedang berhadapan dengan masalah sekalipun.

Saya yakin, bahwa saya bukanlah satu - satunya orang yang mengalami perjalanan spiritual ini. Siapa tahu, mungkin kamu juga salah satunya.

“The sweetest time of the day is…

When you pray. Why?

Because you’re talking to the One who loves you the most” - Indira Mambu

Jika ada pertanyaan, mengapa saya perlu berdoa? Percaya atau tidak, saat berdoa saya merasa seperti tengah berada di dimensi lain.

Saya bisa mencurahkan semua isi hati, beban dan pikiran ini, tanpa perlu merasa malu atau ingin menyembunyikannya dari siapapun.

Saat berdoa, saya merasa menjadi manusia paling jujur di hadapan Tuhan. Hingga pada satu titik, dimana akhirnya saya bertemu dengan ketenangan, yang tidak bisa saya dapatkan di dunia. 

Tidak ada lagi manusia yang selalu sibuk untuk menghakimi, mencibir atau menghina. Tidak ada lagi bagian dari diri saya yang penuh dengan kemunafikan dan kebohongan. Semuanya lebur dalam kepasrahan dan penyerahan diri.

“Ketenangan itu, bagi saya seperti bayi yang masih berada dalam rahim seorang ibu…”

Saat saya gagal menemukan manusia yang bisa menjaga rahasia permasalahan hati ini, maka Tuhan adalah jawabannya.

Saya bisa bercerita tanpa ada dinding penyekat yang menghalangi. Saya bisa melepaskan semua topeng kemunafikan, dan menjadi diri sendiri saat berdoa. 

Saat bercerita kepada Tuhan, saya tidak perlu takut rahasia ini akan terbongkar, atau menjadi aib untuk orang lain. Tuhan akan menjaga privasi saya, dan menjaga rahasia ini dengan aman selamanya.

Dengan berdoa, saya juga bisa mengeluarkan semua beban yang menghimpit pikiran. Melalui doa, saya mencoba untuk menyampaikan kesedihan dan ketakutan yang tersembunyi. 

Semua beban dan perasaan ini akan hanyut dalam doa, hingga hanya energi positif yang tersisa.  Bercerita kepada Tuhan dengan kepercayaan dan keimanan, membuat saya kembali bersinar. Seluruh energi negatif itu hilang dalam doa yang saya panjatkan. 

Saat rasa lega itu datang menghampiri, saya bisa merasakan kehangatan dan kehadiran energi positif lainnya. Saya percaya, bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan saya sendirian dalam keadaan apapun.

Saat hidup terasa berat sekalipun, selalu ada kebahagiaan dibalik kesedihan, dan selalu ada harapan dibalik keputusasaan.

Refleksi dari energi positif ini, membawa kekuatan baru di dalam diri saya untuk bisa kembali melawan dunia. Meskipun masih ada air mata, tapi saya tetap bisa menghadapinya dengan ketegaran dan senyuman. 

“Prayer changes us in ways that we never thought would be possible. When we are unhappy, prayer can lift our hearts and fill it with unspeakable joy” - Julia Bristol

Jadi, rajinlah berdoa, terutama saat lagi kena mental!