Macam-Macam Kain Bahan Pakaian

Saat berbelanja pakaian di e-commerce atau toko online, biasanya akan melihat deskripsi yang detail mengenai material atau bahan pakaian tersebut. Mungkin anda sudah familiar dengan macam kain seperti wool, satin, sutra, canvas, cotton, polyester dan macam kain lainnya.

Namun, apakah Anda sudah mengetahui pengertian serta asal mula dan perbedaan macam kain tersebut? Masing-masing dari macam kain tersebut memiliki kelebihan serta kekurangan dari segi kualitas dan ketahanan. Jadi, bagi Anda yang saat ini berencana memproduksi baju untuk konsumsi pribadi ataupun untuk alasan komersial, baiknya Anda mengenal terlebih dahulu berbagai macam kain ini.

Pada dasarnya kain di buat dari serat tekstil alami dan serat buatan. Berikut penjelasan mengenai beberapa macam kain bahan pakaian yang perlu Anda ketahui.

1. Cotton

Macam kain pertama adalan cotton. Kain cotton merupakan serat stapel yang terdiri dari serat yang berbeda-beda. Cotton dibuat dari serat alami tanaman kapas. Cotton terdiri dari selulosa yaitu senyawa organik tidak larut yang penting untuk struktur tanaman, dan merupakan bahan yang lembut dan halus.

Istilah cotton mengacu pada bagian tanaman kapas yang dipintal menjadi benang dan kemudian ditenun untuk membuat kain yang lembut dan tahan lama. Cotton biasa digunakan untuk bahan pakaian seperti kaos dan sprey.

2. Linen

Macam kain kedua adalah linen. Linen merupakan kain ringan yang sangat kuat yang terbuat dari tanaman rami. Linen biasanya digunakan untuk bahan handuk, taplak meja, serbet, dan seprai.

Bahan kain linen biasanya juga digunakan untuk lapisan dalam jaket. Linen merupakan kain yang dapat menyerap cairan dan ringan, kain linen sangat ideal untuk bahan pakaian musim panas. Kualitasnya yang ringan memungkinkan udara untuk gampang menembusnya dan memoderasi suhu tubuh.

3. Cashmere

Macam kain ketiga adalah cashmere atau kasmir. Cashmere merupakan jenis kain wol yang terbuat dari kambing kasmir dan kambing pashmina. Cashmere adalah serat alami yang dikenal karena bahannya yang sangat lembut serta seratnya yang halus dan seperti kain sutera saat disentuh.

Cashmere lebih hangat dan lebih ringan dibandingkan wol domba. kasmir juga sering dibuat menjadi campuran wol, atau dicampur dengan jenis wol lainnya seperti merino, untuk memberikan bobot tambahan karena serat kasmir yang halus dan tipis.

4. Chiffon

Macam kain adalah chiffon atau sifon. Chiffon merupakan macam kain ringan dengan tenunan polos dan sedikit berkilau. Chiffon memiliki kerutan kecil yang membuat macam kain ini terasa sedikit kasar saat disentuh.

Kerutan ini dibuat melalui penggunaan benang s-twist dan z-twist crepe, yang masing-masing diputar berlawanan arah jarum jam dan searah jarum jam. Benang krep juga diputar lebih ketat daripada benang standar. Benang-benang tersebut kemudian ditenun dalam tenunan polos, yang berarti satu benang pakan bergantian di atas dan di bawah satu benang lungsin.

5. Jersey

Macam kain kelima adalah jersey. Jersey merupakan kain rajut elastis dan lembut yang pada awalnya hanya terbuat dari wol. Saat ini, jersey sudah ada yang terbuat dari katun, campuran katun serta serat sintetis. Sisi depan kain jersey biasanya berupa rajutan halus sedangkan pada bagian belakang berupa rajutan bertumpuk. Kain jersey biasanya digunakan untuk bahan kaos atau sprei.

6. Leather (Kulit)

Macam kain keenam adalah leather atau kulit. Kulit adalah macam kain yang terbuat dari kulit binatang. Macam kain kulit beragam, dihasilkan dari berbagai jenis hewan dan teknik perawatannya juga berbeda. Kulit sapi merupakan kulit hewan yang paling populer yang digunakan untuk kain.

Namun, hampir semua kulit hewan dapat dibuat menjadi kain kulit, mulai dari buaya, babi hingga ikan pari. Kulit merupakan macam kain yang tahan lama, tahan kerut.

7. Muslin

Macam kain ketujuh adalah muslin. Muslin adalah kain katun tenunan longgar yang dibuat menggunakan teknik tenunan polos. Muslin dikenal sebagai bahan yang digunakan dalam prototipe mode untuk menguji pola sebelum memotong dan menjahit produk akhir. Muslin sangat ideal untuk menguji pola, karena bentuknya yang ringan dan tipis membuatnya mudah dijahit.

8. Polyester

Macam kain kedelapan adalah polyester. Polyester merupakan serat sintetis buatan manusia yang dibuat dari petrokimia, seperti batu bara dan minyak bumi. Kain polyester ditandai oleh sifatnya yang tahan lama akan tetapi bersifat panas dan tidak bisa menyerap keringat dengan baik. Campuran polyester sangat populer karena seratnya yang tahan lama.

9. Satin

Macam kain kesembilan adalah satin. Satin merupakan salah satu dari tiga macam kain tenun tekstil utama. Tenunan satin menciptakan kain yang elastis, berkilau, lembut dengan lembaran yang indah. Kain satin ditandai oleh permukaan lembut dan berkilau di satu sisi dan permukaan kusam atau agak kasar di sisi lainnya. Sementara itu, hasil dari teknik menenun satin juga memiliki banyak variasi dalam segi ketebalan dan kehalusan.

10. Silk (Sutra)

Macam kain kesepuluh adalah sutra. Sutra adalah serat alami yang diproduksi oleh ulat sutra sebagai bahan untuk sarang atau kepompong mereka. Sutra dikenal karena kilau dan kelembutannya sebagai kain. Sutra adalah macam kain yang sangat tahan lama dan kuat dengan lembaran dan kemilau yang indah. Sutra biasanya digunakan untuk membuat pakaian formal, aksesori, seprei, sarung, dan banyak lagi.

11. Suede

Macam kain kesebelas adalah suede. Suede merupakan jenis kulit yang terbuat dari bagian bawah kulit hewan, sehingga permukaannya lembut. Suede biasanya terbuat dari kulit domba tetapi juga dibuat dari jenis hewan lain, termasuk kambing, babi, anak sapi, dan rusa.

Suede sangat tahan lama, dan karena sifatnya yang tipis sehingga lentur dan dapat dicetak dan dibentuk dengan mudah. Suede biasanya digunakan untuk bahan alas kaki, jaket, dan aksesori, seperti ikat pinggang dan tas.

12. Velvet (Beludru)

Macam kain kedua belas adalah velvet. Velvet adalah kain lembut dan mewah yang ditandai dengan tumpukan padat dari serat yang dipotong rata dan memiliki permukaan yang halus. Lembaran kain velvet sangat indah, lembut dan mengkilap. Penampilan yang unik ini dikarenakan karakteristik tumpukan seratnya yang pendek. Kain velvet digunakan untuk gaun malam dan gaun karena kain ini awalnya terbuat dari sutra.

Kapas, linen, wol, mohair, dan serat sintetis juga dapat digunakan untuk membuat kain velvet, dan membuat harganya juga lebih murah hingga bisa digunakan untuk memproduksi pakaian sehari-hari. Velvet juga merupakan perlengkapan dekorasi rumah, digunakan sebagai kain pelapis, gorden, bantal, dan lain sebagainya.

13. Viscose

Macam kain ketiga belas adalah viscose. Viscose adalah jenis kain rayon semi-sintetis yang terbuat dari bubur kayu yang digunakan sebagai bahan pengganti sutra karena viscose memiliki tekstur dan nuansa halus yang serupa dengan kain mewah. Viscose mirip sutra dengan harga yang jauh lebih murah. Kain Viscose bisa digunakan untuk pakaian seperti blus, gaun, dan jaket.

14. Tweed

Macam kain keempat belas adalah tweed. Tweed merupakan kain tenun kasar yang terbuat dari wol. Serat dapat ditenun menggunakan tenunan polos atau tenunan kepar. Tweed sangat hangat, tebal dan kaku. Wol tweed ditenun menggunakan benang dengan warna yang berbeda untuk mencapai pola dan warna yang dinamis. Motif tweed biasanya berbentuk kotak kecil dengan garis vertikal.

15. Taffeta

Macam kain kelima belas adalah taffeta. Taffeta adalah kain tenunan yang biasanya terbuat dari sutra, tetapi juga bisa ditenun dengan poliester, nilon, asetat, atau serat sintetis lainnya. Kain taffeta biasanya memiliki tampilan yang tipis dan berkilau.

Taffeta bervariasi dalam bobot, mulai dari ringan hingga sedang dan dalam level sheerness tergantung pada jenis serat yang digunakan dan kekencangan tenunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *