Kawasan Natuna Diincar Banyak Negara, Islam Solusi Sistematis Pertahanan Maritim

Kawasan Natuna Diincar Banyak Negara, Islam Solusi Sistematis Pertahanan Maritim

Natuna, si cantik maritim yang diincar banyak negara, tak hanya Amerika dan China, bahkan Singapura hingga Vietnam pun turut berpolemik dengan Indonesia.

Seperti kasus terbaru terkait Polemik batas wilayah landas kontinen (ZEE) di Laut Natuna Utara Indonesia-Vietnam yang masih menemui jalan buntu. Menurut Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI), Vietnam tidak menunjukkan itikad baik apapun. Malah Vietnam melakukan aktivitas penangkapan ikan ilegal yang semakin masif di kawasan zona ekonomi eksklusif (ZEE) milik Indonesia. 

Hal tersebut dapat diketahui dari sistem pengawasan terintegrasi berbasis teknologi satelit yang dijalankan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Merugikan Indonesia 

Seperti kasus yang terbaru yang ditangani KKP menangkap dua unit kapal ikan asing (KIA) sebesar 100 GT berbendera Vietnam. Kapal-kapal tersebut terdeteksi di Command Center KKP di Jakarta pada 16 November 2022 lalu, telah beroperasi secara ilegal di Wilayah Perairan Laut Natuna Utara.

Dari penangkapan itu setidaknya ada sejumlah 38 orang Anak Buah Kapal (ABK) yang semuanya berkebangsaan negara Vietnam telah diamankan oleh petugas.

Tentu masifnya keberadaan kapal berbendera asing (Vietnam) ini akan sangat merugikan Indonesia. Berdasarkan hasil laporan dari Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI), sepanjang periode Juli sampai September 2022, keberadaan kapal ikan dari Vietnam masih marak, Kapal Ikan Asing (KIA) yang berbendera Vietnam ini banyak melakukan illegal fishing. 

Pasa September 2022 saja terdapat sebanyak 54 kapal, ini bertambah 12 unit dari sebelumnya mereka beroperasi di Laut Natuna Utara secara ilegal.

Hal itu, selain akan sangat merugikan nelayan Indonesia yang selama ini beroperasi di wilayah Laut Natuna Utara. Alat yang mereka gunakan juga dapat merusak ekosistem yang ada. Karena KIA Vietnam menggunakan pola dalam menangkap ikan dengan pair trawling di ZEE Indonesia. 

Jenis alat penangkapan ikan pair trawl ini sangat dilarang penggunaannya pada seluruh wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI). Karena pair trawling terkategori alat tangkap yang dapat merusak sumber daya ikan (SDI).

Untuk itu proses dalam memajukan perundingan, tidak boleh berhenti.

Terkait aktivitas illegal fishing yang dilakukan Vietnam secara masif di wilayah Laut Natuna Utara pada wilayah negosiasi landas kontinen antara RI-Vietnam.

Kita tahu Vietnam tidak punya itikad baik dan tidak ada semangat untuk bekerja sama terhadap proses perundingan batas ZEE. Vietnam juga tidak punya ketulusan dalam menyelesaikan masalah batas ZEE.

Dari fakta itu, pemerintah Indonesia harus bertindakan tegas dalam perundingan batas ZEE Indonesia-Vietnam. Karena merupakan wilayah yurisdiksinya yang berdaulat dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada. Juga atas pelanggaran yang dilakukan oleh Vietnam.

Islam Solusi Sistematis Pertahanan Maritim 

Kepulauan Natuna merupakan satu-satunya pulau terdepan yang secara geopolitik berbatasan langsung dengan delapan negara. Letaknya yang sangat strategis membuatnya paling vibrant di Asia Pasifik saat ini.

Jika sistem negara yang ada sekarang kewalahan dalam menguatkan benteng pertahanan maritim. Maka sudah seharusnya kembali kepada Islam sebagai solusi pondasi maritim yang kuat.

Khazanah Islam sangat kaya dalam hal pertahanan wilayah termasuk untuk kawasan maritim. Untuk itu sudah seharusnya pemimpin negeri ini mengadopsi Islam.

Dalam pandangan Islam, Natuna merupakan tanah ribath laut. Ribāth adalah sikap siap siaga dari pasukan tentara Islam dengan senjata lengkap yang berjaga di wilayah tapal batas negara. 

Sebab, dalam kacamata politik pertahanan Islam menjaga perbatasan negeri sangatlah penting. Bahkan terdapat keutamaan untuk melakukan penjagaan di wilayah ini.

Allah Taala, berfirman dalam QS Ali Imran, ayat: 200. “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung".

Selain itu terdapat keutamaan yang berlipat, karena tapal batas itu berada di laut yang pahalanya 10x lipat daripada darat.

Sebagaimana yang Rasulullah Saw jelaskan dalam sabdanya: 1x berperang di lautan itu lebih baik dari 10x berperang di daratan. Orang yang berlayar di lautan (dalam jihad) adalah seperti orang yang telah mengarungi seluruh lembah (daratan).." (HR al-Hakim dan Ath-Thabrani).