Jelang KTT G20, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden Tiba di Bali

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tiba di Bali, Minggu malam sekitar pukul 22.10 WITA

Jelang KTT G20, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden Tiba di Bali

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tiba di Bali, Minggu malam sekitar pukul 22.10 WITA, untuk menghadiri KTT G20 Indonesia. Biden menggunakan pesawat Air Force One.

Kedatangannya disambut dengan pasukan jajar kehormatan serta penampilan puluhan penari Bali dengan tarian khas Bali. Biden tampak tersenyum melihat sambutan para penari tersebut. 

Lalu menuju mobil yang telah disiapkan, kendaraan jenis sedan limosin berwarna hitam. Mobil Biden langsung meninggalkan bandara untuk menuju tempat bermalam.

Beberapa delegasi juga sudah tiba di Bali diantaranya Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Director General International Labour Organization Gilbert Houngbo, Chairman Islamic Development Bank Muhammad Al Jaser, dan Executive Chairman The World Economic Forum Klaus Schwab, 

Presiden RI, Joko Widodo sendiri tiba di Bali pada Minggu malam usai lawatan KTT ASEAN di Kamboja. 

Jokowi, mengatakan akan ada 17 kepala negara maupun kepala pemerintahan yang akan menghadiri KTT G20 ini di Bali. Ia senang dengan adanya tingkat kehadiran dari para pemimpin dunia itu, apalagi mengingat situasi dunia yang sedang sulit.

"Saya sudah dapat laporan bahwa semuanya sudah siap 17 kepala negara hadir dan ini sangat menggembirakan di tengah masa yang sulit seperti sekarang ini," ucap Jokowi dalam pernyataan pers saat tiba di Bali, (Minggu, 13/11/2022)

Tak ketinggalan dua pemuka negara besar kapitalis dan sosialis juga bakal hadir. Yakni Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden serta Presiden China Xi Jinping. Jokowi menyatakan komitmen Indonesia dalam perdamaian dunia.

"Apalagi Presiden Joe Biden dan Presiden Xi Jinping juga akan hadir. Indonesia terus memperjuangkan perdamaian dunia serta menjadi bagian dari solusi berbagai krisis dan pemulihan ekonomi," ucap Jokowi.

KTT G20 Indonesia

Berdasarkan keterangan dari situs Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, G20 atau Group of Twenty merupakan sebuah forum utama dalam kerja sama ekonomi internasional.

G20 ini beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia. Di dalamnya terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa.  

G20 adalah representasi lebih dari 60% populasi dunia, 75% perdagangan global internasional, dan 80% PDB dunia (perekonomian dunia).  

Sementara anggota G20 terdiri dari Amerika Serikat, Uni Eropa, Tiongkok, Republik Korea, Afrika Selatan, Inggris, Rusia, Perancis, Argentina, Australia, Turki, Arab Saudi, Brasil, India, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, dan Indonesia.

Agenda presidensial G20 ini berlangsung selama satu tahun yang diselenggarakan mulai 1 Desember 2021 hingga KTT G20 di bulan November 2022. Puncak dari KTT G20 Indonesia dilaksanakan di Bali pada 15-16 November 2022 mendatang. 

Forum KTT G20 ini intens dilakukan setiap tahun dengan kehadiran masing-masing kepala negara maupun kepala pemerintahan. KTT G20 kali ini, Indonesia resmi memegang presiden G20 yang sebelumnya diemban oleh Italia.

Di dalam kepemimpinannya, Indonesia mengusung tema semangat untuk pulih bersama yaitu 'Recover Together, Recover Stronger'. 

Terdapat tiga isu prioritas di dalam pertemuan presidensi G20 Indonesia yaitu arsitektur kesehatan global, transformasi digital, serta transisi energi berkelanjutan.

Salah satu program dari KTT G20 adalah Keberadaan R20. Gelaran Forum Religion of Twenty (R20) merupakan aliansi baru yang bertujuan menyatukan dunia beradab melawan terorisme. Telah diselenggarakan pada 2 - 3 November lalu.

Dalam bahasannya R20, tidak lain untuk mendudukkan semua agama juga sekte di dunia menjadi sama yang tampak hakikatnya adalah cara untuk "membonsai" Islam. Islam tidak boleh hadir, apalagi memimpin.

Sehingga pengamat menilai Keberadaan R20 dalam KTT 20 tidak lebih hanya demi menyelamatkan keberlangsungan ekonomi kapitalisme dunia.