Islam Politik, 4 Faktor Penyebab Gagalnya Gerakan Organisasi Keislaman

Islam sebagai sebuah pedoman, petunjuk, dan aturan hidup tentu perlu untuk diterapkan agar bisa dilaksanakan.

Islam Politik, 4 Faktor Penyebab Gagalnya Gerakan Organisasi Keislaman

Islam sebagai sebuah pedoman, petunjuk, dan aturan hidup tentu perlu untuk diterapkan agar bisa dilaksanakan. Saat ini aturan Islam tidak bisa diadopsi secara kafah atau menyeluruh baik secara individu, kelompok, ataupun negara.

Untuk itulah kehadiran organisasi Islam menjadi sumbu penggerak kaum muslim secara umum untuk turut berjuang bersama agar aturan dari sang penciptaan bisa diaplikasikan.

Namun, dalam perjalanannya banyak gerakan Islam yang gagal dalam mewujudkan tujuan agungnya itu. Kegagalannya tersebut diakibatkan dari berbagai faktor yang mendasar. 

Setidaknya ada empat faktor penyebab gagalnya sebuah gerakan organisasi Islam:

1. Ide Dasar (Fikrah)

Ide (pemikiran mendasar) yang diemban oleh suatu gerakan tersebut biasanya bertumpu pada konsep yang masih umum tanpa memiliki batasan yang jelas. Sehingga akhirnya terjadi kekaburan bahkan pembiasan atau pembelokan.

Berdirinya organisasi mereka karena respon sesaat, adanya gerakan-gerakan itu misalkan dari semangat nasionalis yang muncul akibat adanya penjajahan. Karena tumpuannya bukan pada fikrah yang jelas dan kokoh, maka wajar gerakan-gerakan semacam ini mengalami kegagalan.

Selain ketidakjelasan ide dasar atau fikrahnya, penyebab gagalnya sebuah gerakan juga akibat disusupi dan dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran asing dari para penjajah. Misalnya saja, terkait ide nasionalisme, patriotisme, sekularisme, dan sosialisme.

Karena, fikrah-fikrah tersebut dapat membuat setiap muslim kehilangan kepribadian Islamnya. Menjadikan mereka labil baik secara perasaan maupun pemikiran.

2. Metode (Thariqah)

Gerakan-gerakan tersebut tidak mengetahui bagaimana metode yang seharusnya dilakukan untuk menerapkan konsep yang diembannya dan metode untuk mewujudkan tujuan organisasinya.

Bagi yang jeli dan mampu berpikir mendalam bahkan cemerlang akan bisa melihat thariqah atau metode tidak jelas yang terdapat pada gerakan sosial dan gerakan akhlak. Organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan yang aktivitas geraknya membangun rumah sakit, sekolah, panti asuhan, dan sebagainya.

Organisasi yang berkecimpung di ranah ini akan membuat semangatnya hanya tersalurkan untuk memenuhi kepentingan umat secara parsial saja. Bukan untuk melahirkan kebangkitan umat yang benar.

Sehingga sangat dikhawatirkan akan merasa puas dengan hanya membangun sekolah saja, merasa puas dengan hanya membangun rumah sakit saja, dan merasa puas dengan hanya menyalurkan sedekah saja.

Padahal semua itu tidaklah cukup. Terbangunnya berbagai lembaga sosial kemasyarakatan tidak menjadikan persoalan yang ada menjadi selesai dan lebih dari itu tidak mampu membangkitkan umat. Malah negara turut semakin lalai terhadap tanggung jawab utamanya sebagai pengurus urusan umat (rakyatnya).

Demikian juga dengan organisasi akhlak, keberadaannya tidak menunjukan thariqah yang jelas. Para pengemban organisasi ini mengedapankan akhlak dalam memperbaiki masyarakat dengan cara terlebih dahulu memperbaiki individu masyarakatnya.

Tentu metode seperti ini keliru, karena antara memperbaiki individu dengan masyarkat adalah hal yang berbeda. Untuk memperbaiki individu memang bisa dengan memperbaiki akhlaknya. Namun dalam memperbaiki masyarakat bukanlah dengan akhlak. Tetapi dengan cara memperbaiki pemikarannya, perasaannya serta peraturannya.

3. Para Pengembannya (orang-orangnya)

Para pengembannya adalah orang-orang yang belum atau tidak matang kesadarannya atas konsep yang dimilikinya. Bahkan hanya memiliki modal keinginan, semangat, dan ikut-ikutan saja.

Kegagalan gerakan Islam ini juga bisa dikarenakan individunya bukanlah individu yang matang dan sadar. Sebab, mereka direkrut bukan berdasar atas kelayakan individu tersebut. Tapi didasarkan pada ketokohanannya di tengah masyarakat atau karena kemampuannya dalam mendatangkan kepentingan sesaat bagi kelompok tersebut. 

4. Ikatan 

Organisasi tersebut tidak mempunyai ikatan yang benar dalam mengikat para pengemban atau anggotanya. Biasanya ikatan yang mengikat hanya struktur organisasinya, dengan deskripsi dari tugas-tugas organisasinya, dan slogan-slogan organisasi. 

Ikatannya hanya sebatas tata aturan formal organisasi yang ada di atas kertas. Padahal seharusnya ikatan yang benar adalah ikatan aqidah Islam. Ikatan yang mengikat para kader kelompok ini sekaligus harus menjadi ukuran dalam kematangan seseorang yang akan direkrut ke dalam sebuah kelompok Islam.

Jadi sebuah gerakan Islam hanya harus bertumpu pada Ideologi sahih Islam yaitu menggabungkan antara fikrah dan thariqah Islam secara terpadu. Sehingga akan menghasilkan pemikiran, perasaan, dan peraturan yang sama dalam gerak organisasi tersebut.

Lebih jauh lagi gerakan organisasi tersebut harus mendakwahkan fikrah dan thariqahnya agar diterapkan dalam kancah yang lebih luas yakni skala negara dan internasional. Agar seluruh manusia bisa turut mengamalkannya yang akan membuat tujuan dari didirikannya gerakan tersebut bisa berhasil.