Gerhana Bulan Total, Apa Yang Terjadi Saat Peristiwa Tersebut?

Gerhana bulan total dengan durasi terpanjang abad ini terjadi pada Selasa 8 November ini. Apa yang tejadi saat peristiwa tersebut?

Gerhana Bulan Total, Apa Yang Terjadi Saat Peristiwa Tersebut?
Gerhana Bulan Total, Apa Yang Terjadi Saat Peristiwa Tersebut?

proses gerhana bulan total

Pada Selasa 8 November 2022 terjadi peristiwa astronomi langka yang disebut dengan gerhana bulan total. Ini adalah peristiwa ketika bulan yang tengah purnama bertahap hilang dari pandangan hingga kembali muncul utuh dalam beberapa saat.

Gerhana bulan kali ini dianggap istimewa karena dapat Anda lihat dengan jelas di kawasan Indonesia dengan durasi relatif panjang, sekitar 1 jam 43 menit. Ini merupakan durasi gerhana bulan terpanjang abad ini.

Apa Sebenarnya Yang Terjadi Saat Gerhana Bulan Total?

Gerhana bulan adalah peristiwa ketika seluruh permukaan satu sisi bulan, tertutupi oleh bayangan bumi (umbra). Bulan sejatinya bukan benda bercahaya, cahaya putih lembut bulan berasal dari pantulan sinar matahari.

Ketika bayangan bumi jatuh tepat mengenai bulan, sinar matahari tidak mencapai bulan karena tertutupi bumi. Sebagai akibatnya seolah bulan kehilangan cahayanya dan tidak nampak dari permukaan bumi.

Peristiwa semacam ini terjadi berulang kali dalam satu tahun. Namun tidak selalu dapat terlihat dengan sempurna dari permukaan bumi. Atau acapkali tidak terjadi sebagai gerhana bulan total seperti yang terjadi di Indonesia saat ini.

Kita mengenalnya sebagai gerhana bulan sebagian, kita mengenal juga adanya istilah gerhana bulan penumbra dalam dunia astronomi. Penumbra sendiri adalah area bayangan bumi yang masih mendapat cahaya samar dari matahari.

Gerhana bulan sebagian terjadi bila sebagian permukaan bulan masuk zona umbra dan sebagian lain ada di zona penumbra. Sedang gerhana bulan penumbra terjadi bila seluruh permukaan bulan berada di zona penumbra.

Fenomena Alam Terkait Dengan Gerhana Bulan

Bulan bagaimanapun memiliki sejumlah peran pada bumi. Peristiwa gerhana bulan total akan mempengaruhi pengaruh bulan tersebut pada bumi. Ini mendorong terjadinya sejumlah fenomena alam.

Malam menjadi lebih gelap

Dalam waktu relatif panjang, bulan tidak dapat bercahaya dengan cukup terang sebagaimana purnama seharusnya.  Bulan akan selalu tampak kemerahan atau kecoklatan karena efek bias sinar matahari.

Selain periode proses gerhana total selama 1 jam lebih, bulan akan berada di area penumbra dalam periode sisanya sepanjang malam. Sehingga sepanjang malam bulan seolah tampak lebih suram.

Kenaikan air laut

Tidak banyak yang menyadari bahwa fenomena laut pasang berkaitan erat dengan gravitasi dari bulan. Ketika bulan purnama, maka pengaruh gravitasi bulan akan maksimal dan menarik permukaan air laut menjadi naik.

Hanya saja tidak banyak dipahami bahwa gerhana bulan total juga dapat mempengaruhi terjadinya fenomena tersebut. Ini karena pola garis lurus dari bumi matahari dan bulan membentuk pola yang menguatkan pengaruh gravitasi bulan pada air laut.

Suhu udara turun

Sebenarnya ini adalah sebuah kondisi yang bisa diprediksi, bahwa dengan purnama yang tidak memancarkan cahaya dengan optimal maka akan menurunkan suhu udara di malam hari.

Tentu saja efek dari fenomena gerhana bulan terhadap suhu udara tidak signifikan sebagaimana pada gerhana matahari. Namun pada sejumlah daerah dengan kecenderungan suhu rendah, ini perlu  kita waspadai.

Gangguan tekanan darah

Dalam sebuah riset yang termuat pada National Center for Biotechnology Information tahun 2013 menyatakan adanya kaitan antara gerhana bulan dengan tekanan darah yang turun.

Riset ini menunjukan kecenderungan orang mengalami anomali tekanan darah yang berbeda saat gerhana bulan terjadi. Tekanan darah akan turun seiring bulan mulai memasuki zona umbra.

Setelah gerhana bulan total akan berakhir, secara bertahap tekanan darah akan kembali naik. Meski tentunya klaim ini masih memerlukan riset lanjutan lebih jauh untuk memastikan keterkaitan kedua fenomena tersebut.