Gangguan Kesehatan Bisa Terlihat Dari Sinyal Ibu Jari Berkedut

Jangan selalu memandang remeh gejala ibu jari berkedut. Karena ternyata ini bisa merupakan sinyal adanya gangguan kesehatan pada tubuh Anda

Gangguan Kesehatan Bisa Terlihat Dari Sinyal Ibu Jari Berkedut
istock

Apa belakangan ini ibu jari Anda kerap berkedut. Seperti bergerak dalam rhytim yang sama dan berketerusan? Bisa jadi ini adalah sinyal tubuh Anda yang menandakan adanya gangguan kesehatan.

Jari berkedut pada umumnya berkaitan dengan masalah saraf atau otot. Biasanya bukan merupakan gejala serius dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Kebanyakan kasus jari berkedut ini sifatnya hanya sementara.

Tetapi bisa kedutan muncul dalam intensitas yang cukup sering atau cukup terasa. Sebaiknya Anda waspada, bisa jadi ini merupakan sinyal adanya gangguan kesehatan.

Bagaimaan kaitan antara ibu jari berkedut dengan gangguan kesehatan? Apa saja penyakit atau gangguan kesehatan yang bisa memicu Anda mengalami keluhan ibu jari berkedut?

Gangguan kesehatan terkait imunitas

Masalah autoimun bisa menjadi salah satu penyebab munculnya gejala ibu jari berkedut. Ini biasa disebut sebagai sindrom isaacs. Ini adalah keluhan dengan kondisi neuromuskular yang dapat menyebabkan otot berkedut.

Gangguan ini terjadi karena penderitanya memiliki sistem saraf perifer yang terlalu aktif. Sementara saraf perifer berfungsi untuk memicu gerak serat serat otot. Ini membuat pasien kerap mengalami gejala kedutan. Bisa di bagian tertentu terus menerus, bisa pula terjadi secara random.

Efek Dari Kurang tidur

Anda yang mengalami masalah kurang tidur atau kurang istirahat akan mengalami penimbunan neurotransmitter. Atau justru mengalami kondisi dimana neurotransmitter dalam otak tidak dalam kadar dan jumlah yang normal.

Kondisi ini memungkinan terjadinya stimulasi abnormal terhadap fungsi saraf dan otot. Sementara jaringan saraf menuju ibu jari termasuk jaringan yang lebih tebal dan peka. Sehingga pengaruh kondisi ini bisa terlihat lebih jelas pada ibu jari.

Gangguan karena masalah nutrisi

Tubuh membutuhkan nutrisi mikro seperti vitamin dan mineral untuk menjalankan fungsi saraf dan otot dengan sehat. Seperti unsur B12 dan magnesium.

Bila tubuh kekurangan unsur mikro ini, salah satu yang mungkin terjadi adalah tidak sempurnanya kendali atas otot dan saraf. Termasuk memicu terjadinya gejala kedutan yang intens.

Gejala respon terhadap obat

Beberapa jenis obat bisa secara langsung ataupun tidak langsung memicu terjadinya gangguan saraf. Ada yang terjadi setelah Anda mengonsumsinya secara langsung, ada pun yang setelah tubuh mengonsumsinya dalam jangka panjang.

Beberapa obat seperti jenis diuretik yang mendorong kencing lebih banyak, jenis kortikosteroid yang bekerja sebagai anti radang atau estrogen sintetis bisa memberi efek langsung memicu gejala kedutan.

Namun beberapa jenis obat bersifat pereda nyeri atau justru mengandung kafein berlebihan juga bisa memicu efek gangguan saraf dalam jangka panjang.

Gangguan kesehatan akibat stress

Sudah bukan rahasia lagi stress bisa menjadi pemicu gangguan fisik, sekalipun sejatinya ini adalah gangguan psikis. Salah satu gangguan kesehatan yang bisa muncul akibat kurang tidur adalah ketidaknormalan fungi saraf.

Stress memicu saraf mengalami ketegangan. Ketegangan yang mungkin memicu terjadinya kontraksi otot yang abnormal. Seperti halnya ibu jari yang terus menerus berkedut.

Sindroma kram-fasikulasi (CFS)

Gangguan kesehatan yang terakhir ini terjadi ketika muncul kerusakan fungsi pada jaringan saraf yang bekerja pada ibu jari. Jaringan saraf ini bekerja berlebihan sehingga otot pada ibu jari seolah terstimulasi terus menerus.

Akibatnya, ibu jari seolah tidak berhenti berkedut. Pada kondisi CFS, pasien biasanya tidak bisa berhenti mengalami kedutan. Hanya kadang menjadi sangat kuat dan kadang melemah.

 

Itulah sejumlah gangguan kesehatan yang bisa terkait dengan gejala ibu jari berkedut. Ternyata ibu jari berkedut yang kerap kita pandang remeh bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan serius pada tubuh Anda.