Begini Nasib 3 Pelatih Negara Piala Dunia Qatar 2022, Ada Yang Dipecat ?

Begini Nasib 3 Pelatih Negara Piala Dunia Qatar 2022, Ada Yang Dipecat ?

Gelaran Piala Dunia Qatar 2022 sudah melaju ke babak baru, fase babak grub dan fase 16 besar sudah terlampaui dan selanjutnya fase babak 8 besar akan dimulai pada Jumat malam (9/12). 

Terdapat banyak sekali kejutan di pertandingan-pertandingan sebelumnya, tidak sedikit pula dari pertandingan itu berhasil mengejutkan banyak penikmat sepak bola di berbagai belahan dunia. 

Contohnya seperti momen saat Arab Saudi mengalahkan Argentina, Jepang mengalahkan Spanyol dan Jerman, dan saat Korea Selatan menumbangkan Portugal. Selain itu momen ketika negara-negara unggulan seperti Jerman dan Belgia gagal lolos juga menjadi kejutan tersendiri. 

Dengan berbagai kejutan ini, tentu sebagian fans merasa senang, dan merasa sedih. Itu semua dipengaruhi oleh performa negara kebangaan mereka di Piala Dunia Qatar 2022.

Bukan hanya fans, pelatih pun sama sebagian mereka harus menanggung kebahagiaan dan kesedihan setelah menjalani beberapa laga di Piala Dunia Qatar 2022. 

1. Felix Sanchez ( Pelatih Qatar)

Sebagai host country Piala Dunia 2022, bisa dibilang jika penampilan Tim Nasional (Timnas) Qatar jauh dari harapan dan sangat mengecewakan. 

Dari total 3 laga yang sudah dijalani, Qatar sama sekali tidak bisa mencuri poin atas lawan mereka. Di laga pertama Qatar dikalahkan Ekuador dengan skor 2-0, selanjutnya dikalahkan Senegal dengan skor 3-1, dan terakhir dibabat Belanda dengan skor 2-0. 

Tentu dengan kekalahan beruntun itu, banyak sekali yang mempertanyakam bagaimana nasib Felix Sanchez? Tentunya akan banyak kritik dan pertanyaan yang dialamatkan kepadanya, bahkan dengan hasil buruk ini kemungkinan posisinya sebagai pelatih Timnas Qatar tidak akan bertahan lebih lama lagi. 

Secara khusus Felix menjelaskan jika dari awal memang tidak ada target apa-apa yang diberikan oleh federasi atau pihak lain untuk Timnas Qatar dalam gelaran Piala Dunia 2022 ini. 

"We never thought at any time to set a target of reaching the last 16 or the quarter-finals. We just wanted to come here and see what we could do. We managed to play two good games against Senegal and the Netherlands. The first game (against Ecuador) we weren’t at our usual level and we know that. I’m not sure about my future to be honest." Katanya.

Pelatih yang membawa Timnas Qatar dalam ajang Piala Asia 2019 ini juga menambahkan kalau belum memikirkan soal nasibnya di masa depan dengan Timnas Qatar.

"We just have to reflect on this. We haven’t thought anything in particular about the future." Tuturnya dalam keterangan yang diunggah di website sportstar.thehindu.com. 

2. Luis Enrique (Pelatih Spanyol)

Timnas Spanyol memiliki nasib yang lebih bagus dari Timnas Qatar, merekapun memiliki jumlah gol yang lumayan banyak. Akan tetapi hasil itu semua tidak bisa menolong sang Pelatih Luis Enrique untuk tetap bertahan dengan Timnas Spanyol. 

Federasi Sepak Bola Spanyol sudah memecat pelatih berusia 52 tahun ini karena Timnas Spanyol terhenti di babak 16 besar Piala Dunia Qatar 2022. 

Di awal laga Piala Dunia, Spanyol mampu menang atas skor yang begitu menjanjikan, mereka menang dengan skor 7-0 atas Kosta Rika, di laga kedua imbang menentang Jerman dengan skor 1-1, dan di laga terakhir kalah 2-1 atas Jepang. 

Dengan hasil di atas Spanyol tetap berhak masuk 16 besar dan menjadi runner-up grup E. Sayang meskipun menang jumlah posisi, Spanyol kalah atas Maroko lewat drama babak adu pinalti, dan setelah kekalahan itu, tidak lama kemudian Luis Enrique langsung dipecat, dan pelatih bernama Luis De La Fuente ditunjuk untuk menggantikan posisinya. 

Alih-alih meradang karena dipecat, Luis Enrique nampaknya lebih memilih untuk legowo. Tak lupa lewat unggahan Instagram (IG) pribadinya dia sempat mengunggah foto diselingi caption meminta maaf atas gagalnya Spanyol melaju ke babak 8 besar, selain itu dia juga mengunggah tulisan yang berisi rasa terima kasih kepada para fans, pemain dan para jajaran staff pelatih Timnas Spanyol 

3. Roberto Martinez (Pelatih Belgia)

Belgia menjadi salah satu negara yang tampil begitu memuaskan di Piala Dunia tahun 2018. Sayangnya, prestasi itu tidak mampu Belgia pertahankan di Piala Dunia 2022. 

Jika di edisi sebelumnya Belgia mampu menjadi runner-up Piala Dunia, di edisi Piala Dunia tahun ini mereka harus tampil memalukan setelah gagal lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. 

Hasil yang didapat Belgia selama berlaga di Piala Dunia di Qatar juga jauh dari kata "bagus", sebab dari 3 laga yang dimainkan, Belgia hanya mampu meraih satu kemenangan melawan Kanada, Kalah lawan Maroko, dan hanya mampu imbang lawan Kroasia, dengan raihan 4 poin, Belgia harus terpaksa mudik lebih awal. 

Roberto Martinez sang Pelatih menyadari kegagalan ini dari awal, dan sebagai rasa tanggung jawabnya sebagai pelatih,  Dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

"This was my last game as national coach. I said goodbye to the players and staff. Today we were ourselves again. It is never easy to win a match at a World Cup. In that first match against Canada we won, but we weren't ourselves. We deservedly lost the second match against Morocco. We weren't ready." Ungkapnya setelah laga melawan Kroasia. 

Dia menambahkan jika pemainnya memiliki banyak kesempatan untuk mencetak gol. Namun, itu semua tidak dapat terjadi, dia juga menyebutkan prestasi-prestasi yang sudah dia dapatkan dengan Timnas Belgia dalam beberapa tahun terakhir. 

"Today we created a lot of chances, so no, I have no regrets. We can leave the World Cup with our heads held high. Of course, elimination in the group stage is not enough for Belgium. We wanted to push through, but every country wants that. This is the best tournament in the world. We won our three group matches at the [2018] World Cup, and also at the [2020] European Championship. But then we were also eliminated. For me the feeling is the same. I can accept this way of losing." Imbuhnya. 

Setiap negara menginginkan hasil yang baik di laga Piala Dunia Qatar 2022. Namun, memang tidak semua negara bisa mewujudkannya. Sebagai pelatih memang harus siap dengan apapun yang akan terjadi, entah dipecat atau dipertahankan mereka harus siap menerima konsekuensinya sesuai dengan hasil tim di bawah asuhannya.