Apa itu Gas Air Mata? Diduga Penyebab Tragedi Kanjuruhan, Ternyata Ini Dampak Fatalnya untuk Kesehatan

Apa itu gas air mata? Gas ini diduga menjadi penyebab tragedi Kanjuruhan, Sabtu, 1 Oktober 2022 yang menewaskan lebih dari 120 orang. Berikut dampak fatalnya untuk kesehatan.

Apa itu Gas Air Mata? Diduga Penyebab Tragedi Kanjuruhan, Ternyata Ini Dampak Fatalnya untuk Kesehatan
Polisi menembakkan gas air mata. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto.)

Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter dan aparat kepolisian pascalaga Arema FC dan Persebaya di pekan ke-11 BRI Liga 1 2022/2023, Sabtu, 1 Oktober 2022, membuat orang bertanya-tanya apa itu gas air mata.

Mengingat, diduga penyebab banyaknya korban yang berjatuhan tersebut diakibatkan gas ait mata yang disemprotkan aparat keamanan ke para suporter yang merangsek lapangan pertandingan serta yang berada di tribun.

Padahal, FIFA sudah mengeluarkan aturan bahwa gas air mata dilarang digunakan di stadion dan bahkan dilarang untuk masuk ke dalam stadion.

Aturan Gas Air Mata

Dilansir dari hukumonline.com, aturan tersebut dimuat dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations Pasal 19 b tentang Pengamanan di Pinggir Lapangan yang berbunyi,  “No firearms or ‘crowd control gas’ shall be carried or used”.

Artinya, senjata api ataupun gas pengendali massa atau gas air mata tidak diperbolehkan untuk dibawa atau digunakan.

Selain itu, aturan gas air mata juga telah diatur oleh kepolisian dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara RI No. 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

Jika dipikirkan kembali, gas air mata dinilai sangat berbahaya, bahkan beberapa aturan sudah ditetapkan dalam penggunaannya. Lantas apa itu gas air mata dan apa dampak fatalnya?

Apa itu Gas Air Mata?

Dilansir dari Halodoc, gas ait mata adalah senyawa kimia yang mengandung beberapa bahan kimia dan dapat mengiritasi kulit, paru-paru, mata, dan tenggorokan.

Nama lain dari gas ini adalah fuli, semprotan merica, semprotan capsicum, dan agen anti huru-hara dengan kekuatan yang bervariasi tergantung konsentrasi yang terkandung di dalamnya.

Untuk apa Gas Air Mata?

Awalnya gas air mata dikembangkan sebagai senjata kimia untuk militer, tapi kini dilarang dan lebih sering digunakan untuk mengatasi demonstrasi, seperti untuk membubarkan massa.

Kandungan dalam Gas Air Mata

Berikut beberapa kandungan di dalamnya yang dapat menjawab apa itu gas air mata. Di antaranya Chloroacetophenone (CN), Chlorobenzylidenemalononitrile (CS), Chloropicrin (PS), Nromobenzylcyanide (CA), Dibenzoxazepine (CR), serta kombinasi bahan kimia berbeda lainnya.

Dampak yang Bisa Disebabkan

Dampak yang bisa muncul akibat gas air mata bermacam-macam, tergantung konsentrasi kandungan di dalamnya dan bagaimana intensitas paparannya.

Rasa sakit yang terjadi akibat gas air mata mengikat salah satu daari dua reseptor rasa sakit dalam tubuh, disebut TRPA1 dan TRPV1.

TRPA1 sama halnya dengan reseptor rasa sakit minyak dalam mustard, wasabi, dan lobak sehigga rasa yang keluar sangat kuat.

Namun, kandungan yang ada pada gas air mata 10.000 kali lebih kuat dari minyak dalam bahan masakan tersebut.

Intensitas paparan pun memengaruhi dampak yang dapat diakibatkan gas air mata. Misalnya berada di ruang tertutup atau terbuka.

Paparan gas air mata dapat menyebabkan penutupan kelopak mata yang tak disengaja, sensasi mata terbakar, gatal pada mata, kebutaan sementara, pandangan yang kabur, luka bakar kimia, dan sebagainya.

Namun dalam jangka panjang untuk paparan jarak dekat, gas air mata juga dapat berakibat fatal seperti kebutaan, pendarahan, kerusakan saraf, katarak, erosi kornea, hingga gangguan organ tubuh pernapasan dan meninggal.

Apalagi jika terpapar gas air mata dalam ruangan tertutup dan jangka waktu yang lama, maka dapat mengakibatkan kematian.

Mengingat bahaya yang ditimbulkan dari gas ini cukup tinggi, tak heran jika gas air mata merupakan salah satu yang diduga menjadi penyebab utama banyaknya korban di tragedi Kanjuruhan, Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu.

Baca artikel kesehatan lainnya di sini.