Alunan Rindu

Alunan Rindu

Kau bilang jangan bersedih, biarlah
Aku bilang aku ingin, biarlah

Malamku tak lagi melihat cahaya terang bintang
Siangku tak lagi merasa sengatan baskara

Cahaya dan panas itu adalah engkau

Jiwaku kehilangan cahaya
Ruh ku kehilangan aroma
Hatiku mulai redup
Padam

Setiap malamnya netraku tak henti menatap cakrawala
Dengan kepingan harap akan hadirnya sebuah raga
Akan kembalinya sebuah jiwa

Sunyi
Hening

Tak ada yang berusaha menetap
Mencoba tinggal dalam satu atap

Bagaimana bisa ada?
Sedangkan rumah tanpa atap itu kini telah menjadi kepingan berserakan

Wahai tuan,

Tidakkah kau coba memenuhi harapku?
Cobalah katakan pada semesta untuk menyatukan kita
Bukankah kau adalah bagian dari semesta?